Latar Belakang

Penilaian: 1 / 5

Aktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Salah satu harapan dari proses konversi IAIN Sunan Ampel Surabaya menjadi UIN Sunan Ampel adalah menjadikan kultur akademik kampus yang berkomitmen pada upaya Building Character Qualities; for the Smart, Pious, Honorable Nation. Oleh sebab itu, perubahan sistem akademik menjadi keniscayaan dengan menyesuaikan aturan yang berlaku bagi kampus-kampus berbasis UIN, setidaknya secara internal melalui SDM-nya dimemulai dari perubahan minset secara menyeluruh dengan kesadaran tentang integrasi keilmuan dalam proses-proses pendidikan, yakni ilmu-ilmu berbasis agama dan umum.

Namun, perubahan ini menjadi tantangan baru, setidaknya bagaimana menjaga nuansa keagamaan ini tetap terjaga sebagai simbol universitas Islam. Pasalnya, mereka yang minat masuk ke UIN Sunan Ampel terpragmentasi dalam dua kelompok besar, yaitu mereka yang murni lulusan umum di satu sisi dan mereka yang murni lulusan Aliyah serta pondok pesantren di sisi yang berbeda. 

Maka pertemuan dua calon mahasiswa ini mau tidak mau akan berdampak pada penyikapan keduanya dalam lingkungan UIN yang mengalami perubahan dengan karakter keislaman yang harus dipertahankan. Karenanya, impian mengawal terwujudnya output UIN sebagaimana diimpikan tidak cukup hanya mengandalkan pada kecerdasan kognisi semata, tapi perlu secara serius menjadikan UIN sebagai pembentukan karakter mahasiswa sebagai anak bangsa yang memiliki nilai-nilai kesalehan sejati, yakni bukan saja bersifat individu yang taat beragama, tapi juga memiliki kepekaan sosial dan sikap menghargai kepada perbedaan. 

Oleh karenanya, dalam upaya mengawal terbentuknya karakter yang diimpikan sebagaimana disebutkan di atas, maka UIN Sunan Ampel melalui Pusat Ma’had al-Jami’ah (baca: PUSMA) melakukan pembinaan mahasiswa yang dikenal dengan sebutan “santrinisasi” mahasiswa baru. Sebutan santrinisasi adalah mengandaikan adanya pembinaan intensif keagamaan dasar bagi mahasiswa agar memiliki pandangan yang sama dalam memahami dan mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam konteks UIN Sunan Ampel secara khusus dan konteks Indonesia secara Umum.

Proses “santrinisasi” mahasiswa baru kemudian ter-akomodir dalam kegiatan penunjang akademik bagi mahasiswa yang bernama Program Peningkatan Kompetensi Keagamaan Mahasiswa (P2KKM). Karenanya, buku ini adalah pegangan bagi semua pihak, setidaknya menjadi panduan bagi mahasiswa baru dalam mengenal dan  mengikuti program ini. 

Semoga buku panduan ini senantiasa memberikan pengetahuan dasar akan kegiatan yang dimaksud dan menjadi pondasi riil bagi upaya secara bersama-sama dalam berkomitmen mengawal capaian ideal yang diharapkan oleh kampus UIN Sunan Ampel.

 

Hak Cipta © 2019 Pusat Ma'had Al-Jami'ah UIN Sunan Ampel Surabaya.