Ma’had UINSA TERIMA 2 TAMU STUDY BANDING

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

WhatsApp Image 2019 12 07 at 13.45.58

 

Semangat untuk belajar tidak boleh luntur, termasuk dalam mengembangkan sebuah lembaga. Semakin banyak belajar dari lembaga lain, setidaknya ada semangat dan spirit baru bagaimana agar lembaga itu maju, sekaligus bagaimana trik-trik menciptakan problem solving dalam setiap proses kegiatan setiap hari, khususnya di ma’had kampus.

Inilah yang menjadi semangat dua tamu dari IAIN Kendari Sulawesi Selatan dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung silturrahim ke Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya dengan waktu yang berbeda dalam rangka studi banding. IAIN Kendari  berkunjung pada hari selasa, 3 Desember 2019 dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung datang pada hari Sabtu, 7 Desember 2019.

WhatsApp Image 2019 12 07 at 13.45.20Pada kesempatan awal ini bertemu dengan IAIN Kendari, Drs. H. Abd Mujib Adnan, M.Ag mengatakan terima kasih atas pilihannya menjadi Ma’had UINSA tujuan studi banding. Pastinya ada kelebihan, tapi kami diinternal juga harus banyak belajar dari tamu, yakni IAIN Kendari. Karenanya, menurut saya sejatinya studi banding adalah momentum saling belajar bukan meng-unggul-ungulkan satu dengan yang lain.

Sementara, rombongan dari IAIN Kendari yang berjumlah 2 orang dipimpin oleh Dr. H. M. Hasdin Has, M.Ag juga mengucapkan terima kasih atas kesediaannya menerima untuk studi banding di Ma’had UINSA. Saya dan rombongan datang untuk belajar sebab ma’had yang kami rintis adalah baru sehingga harus banyak adaptasi dan belajar kepada yang lain, termasuk kepada Ma’had UINSA dalam mengelola Ma’had; mulai dari struktur akademik hingga pembinaan lainnya.  

Di samping yang berbeda, rombongan studi banding yang kedua, yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung dipimpin oleh Drs. H. Abdul HAdi, M.Ag. Sengaja kami dan rombongan berjumlah 16 orang datang untuk belajar dan ingin melakukan perubahan di ma’had dengan belajar ke UINSA. Setiap lembaga memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai dengan kebutuhan yang ada di lingkungan kampus masing-masing.

Menyikapi pernyataan rombongan dari UIN Sunan Gunung Djati, Drs. H. Abd Mujib sebaliknya mengatakan bahwa sebagus-bagusnya program yang ada dima’had UINSA, dipastikan ada kelemahannya. Maka kedatangan UIN Sunan Gunung Djati, bukan saja sebagai sarana silaturrahim yang memang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. Tapi sekaligus media untuk saling tukar pengetahuan dan pengalaman.

Akhirnya, semua sepakat bahwa pesantren kampus (ma’had al-Jami’ah) adalah kebutuhan yang sangat urgen bagi kampus, setidaknya dalaWhatsApp Image 2019 12 07 at 13.00.47m rangka mengawal proses pembinaan nilai-nilai praksis keagamaan sebab memang kampus Islam, sekaligus dalam rangka menguatkan pendidikan akhlakul karimah agar kampus ini benar-benar melahirkan alumni, yang kuat secara akademik, sekaligus matang dalam moralitas atau akhlakul karimah.

Hak Cipta © 2020 Pusat Ma'had Al-Jami'ah UIN Sunan Ampel Surabaya.