Kawal dan Jaga Pendidikan Anak

Penilaian: 3 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

hari pertama masuk sekolah

Hari ini, senin tanggal 15 Juli 2019, anak kita memulai masuk ajaran baru; baik tingkat SD/MI, SMP/MTS dan SMA/SMK/Aliyah. Semoga proses awal ini lancar dan berkah menjadi pintu masuk sukses dihari-hari berikutnya serta berkah dunia akhirat.

Untuk itu, siapapun yang berposisi sebagai orang tua harus memiliki tekad besar dan kesabaran mengawal proses pendidikan anak sebab anak adalah amanah yang kelak akan dipertanggung-
jawabkan sebagaimana anak juga mempertanggung-jawabkan perbuatannya.

Imam Baihaqi meriwayatkan:
أن ابْنَ عُمَرَ قال لِرَجُلٍ: ” أَدِّب ابْنكَ، فَإِنَّكَ مَسْئُولٌ عَنْ وَلَدِكَ، مَاذَا أَدَّبْتَهُ؟ وَمَاذَا عَلَّمْتَهُ، وَإِنَّهُ مَسْئُولٌ عَنْ بِرِّكَ وَطَوَاعِيَتِهِ لَكَ “.

"Sesungguhnya ibn Umar berkata pada seorang laki-laki: didiklah anakmu tentang tatakrama. Pasalnya, kelak kamu akan ditanyakan masalah anakmu, tatakrama apa yang kamu contohkan dan kamu ajarkan apa saja.  Anak akan ditanyakan juga kaitan  sikap baik dan buruknya yang dilakukan kepadamu."

Oleh karenanya, perlu dicamkan bahwa baik atau buruk prilaku anak adalah wajah dari prilaku orang tua.  Ketika anak itu berhasil, maka tanyakan dulu bagaimana resep atau tirakat orang tua mengantarkannya sebab anak butuh bantuan untuk diarahkan, sekaligus dibimbing. Sebaliknya anak nakal tidaklah berdiri sendiri, tapi ada faktor sejauh mana peran orang tuanya.

Sekolah elite atau tidak, menurut penulis sama saja. Pasalnya, strategi apapun yang dilakukan sekolah dengan beragam model pembelajaran, terkini, bila tidak didukung oleh orang tua, tetap saja anak akan terseok-seok menapaki proses penggapaian ilmu dan penumbuhan tatakrama. Karenanya, pasrahkan anak kepada para Guru, tapi ingat jangan sampai lupa mengawal dan memberikan keteladanan di rumah. Bisa dilihat, bagaimana sukses para kiai atau para leluhur kita mengantarkan sukses anak atau murid-muridnya.

Bukankah nabi pernah mengingatkan sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Ali ibn Abi Thalib: 
رحم اللهُ والدَيْنِ أعَانا ولدَهُمَا على برِّهما.

"Allah akan memberikan rahmatNya kepada kedua orang tua, yang membantu anaknya untuk bisa berbuat bagi kepadanya."

Dari sini dipahami bahwa mengawal proses anak agar baik adalah jalan rumah yang kita tempati akan penuh kasih sayangNya sehingga menjadi "rumahku, surgaku". Dan nuansa rumah penuh rahmatNya akan menjadi damai dan nikmat sebagai penyejuk raga dan jiwa.

Akhirnya, tekad mengawal pendidikan anak adalah aktivitas luhur yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh agar generasi masa depan tidak saja pandai, tapi juga berkarakter baik. Alih-alih anak agar tidak terpapar prilaku amoral, misalnya soal narkoba atau radikalisme.

Selebihnya, mari terus tirakat dan doa untuk anak-anak kita biar energi posotif dariNya terus mengalir menjadi lentera dan berkah bagi keberhasilan mereka.
اللهم بارِكْ لنا في أولادِنا، واحفظْهُم ووفِّقْهم لطاعتِك، وارزُقْنا برَّهُم

"Ya Allah berkahi anak-anak kita. Jagalah dan berilah taufiq kepada mereka untuk senantiasa taat kepadaMu, serta berilah rizqi kepada kita, anak-anak yang baik.

Semoga berkah dan manfaat sebagai pengingat bagi kita semua, khususnya penulis.
.......
Oleh: Wasid Mansyur (Sekretaris Pusat Ma'had Al-Jami'ah dan Dosen Fahum UINSA Surabaya). Shared, Semarang, 15 Juli 2019
Sumber Gambar: rumahhufazh

Hak Cipta © 2019 Pusat Ma'had Al-Jami'ah UIN Sunan Ampel Surabaya.