Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

WhatsApp Image 2021 07 08 at 09.39.48

Saya mengucapkan terimakasih kepada semua keluarga besar civitas akademik UINSA, baik dosen, tendik, para alumni dan para simpatisan yang ikut serta mensukseskan acara Khotmil Qur’an dalam rangka Dies natalis atau Milad Ke 56 UIN Sunan Ampel Surabaya. Memang, maunya rangkaian kegiatan akan diramaikan secara luring agar lebih dirasakan syiarnya, tapi situasi pandemi covid 19 memaksa kita mengadakan secara during, walau tanpa mengurangi khidmahnya.

Itulah sambutan arahan dari Prof. H. Masdar Hilmy, S.Ag, MA., Ph.D, selaku Rektor UIN Sunan Ampel. Kita berharap semua tetap bisa hadir pada acara berikutnya, yakni Istighatsah dan Tahlil yang diadakan pada hari Jum’at, tanggal 09 Juli 2021, Tegas Masdar Hilmy sambil mengajak agar semua yang hadir dalam zoom meeting ini untuk tetap menjaga imun dan tingkat doa agar selamat dari pandemi covid 19.

Perlu diketahui, Khotmil Qur’an ini dilakukan dalam 11 Majelis, yang melibatkan Dosen, Tendik, Alumni dan para simpatisan. Filosofi 11 sebenarnya sebagai pengingat angka 56, yaitu 5+6= 11. Doa pamungkas Khotmil Qur’an dibacakan oleh ustad Nasih Hidayatullah, al-hafidz, Drs. H. Mujib Adnan. M.Ag, dan Prof. Dr, H.M. Ridlwan Nasir, MA.

Antusias yang ikut acara Khotmil Qur’an luar biasa, apalagi dalam kondisi corona yang menghawatirkan. Semua berharap Khotmil Qur’an bersamaan Dies Natalis UINSA ke-56 menjadi jalan do’a agar semua keluarga civitas UINSA diselamatkan oleh Allah dari bahaya Corona dan diberi kesehatan untuk terus mengabdi hidup untuk kejayaan UINSA. Dan yang sudah meninggal, semoga dilapangkan kuburnya.

Untuk itu, semua diharapkan tetap hadir sesuai arahan Rektor UINSA, Masdar Hilmy, dalam istighasah dan tahlil untuk para muassis/pendiri UINSA yang telah berjasa untuk kampus ini, sekaligus untuk keselamatan bangsa agar kiranya Corona segera berlalu sehingga dapat menjalankan aktivitas sebagaimana biasa. Amin..

 

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

2

22 Oktober merupakan hari santri yang selalu dirayakan setiap tahunnya dengan berbagai kegiatan mulai dari kirab, upacara bendera, perlombaan serta beberapa kegiatan lainnya untuk memeriahkan peringantan hari santri.
Beda halnya dengan tahun ini, peringatan hari santri 2020 tidak semeriah tahun sebelum-sebelumnya, hal ini dikarenakan masih masa New Normal pandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia, sehingga semua kegiatan harus mengikuti protocol Kesehatan. Misalnya di UINSA pada tahun sebelumnya hari santri dirayakan dengan Upacara Santri dengan menggukan drescode Sarung dan berkopya bagi yang laiki-laki dan memakai pakaian Muslimah yang perempuan.
Namun, di tahun 2020 ini UIN Sunan ampel tetap merayakan hari santri 2020 sesuai dengan edaran Menteri agama yang mana, UINSA mengikuti Upacara bendera secra virtual yang dilaksanakan di Kantor Kemenag Menteng Jakarta, tak mau ketinggalan UINSA tetap merayakan peringatan Hari Santri 2020 dengan dengan Menggelar Doa Bersama dan Istighazah Bersama yang dilaksakan di Masjid Raya Ulul Albab UINSA untuk mendoakan para leluhur uinsa serta leluhur yang gugur dalam resolusi jihad 22 Oktober 1945.
3Awalnya dalam memperingati Hari Santri, UINSA akan melaksanakan Upacara bendera yang akan dilaksanakan di Gedung Sport Center dan Multipurpose. Namun, hal ini dibatalkan lantaran ada edran dari kementerian agama. “Sebenarnya juga sudah direncanakan upacara di Sport Centre namun berdasarkan instruksi Menteri akhirnya kegiatan dilakukan secara online”. Tutur Samsul – Kabiro AAKK.
Dalam sambutanya, Rektor menegaskan, bahwa Hari Santri yang diberikan pemerintah ini bukan dirayakan untuk bersenang-senang. Namun hal ini merupakan wujud apresiasi yang diberikan oleh negara kepada para kiai dan santri, yang memiliki konstribusi besar bagi bangsa Indonesia. “Ini adalah suatu momen untuk memperingati jasa-jasa umat Islam yang sudah diberikan demi tegaknya NKRI saat ini,” tegas Masdar.
Selain Doa dan Istighazah Bersama, pada hari-hari sebelumnya UINSA telah mengadakan Musabaqah Virtual dalam rangka hari santri 2020 yang terdiri dari cabang Musabaqah Tilawatil Qura’an bi At Tartil, Musabaqah Azan dan Musabaqh Qira;atul Kitab yang diikuti oleh Mahasiswa Baru 2020/2021.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

duka web

Oleh: Wasid Mansyur
(Sekretaris Pusat Ma’had al-Jami’ah, Dosen FAH UIN-SA)

  “Santai mas. Aku insyallah siap teko sambil membawa kitab
Risalah Ahl Alsunnaah Wa Al-Jama’ah agar disebarkan kepada mahasiswa,
sekaligus mengijazahkan. Kita ketemu depan rektorat UINSA”
(02 September 2018)

Kutipan di atas adalah salah satu perkataan KH. Muhammad Zaki Hadzik (Gus Zaki), ketika diundang untuk memberikan kepastian hadir dalam pembukaan pengajian Kitab Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah karya kakeknya, Hadratus syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Acara ini diadakan di Masjid Raya Ulul Albab UIN Sunan Ampel Surabaya bersama pimpinan ma’had dan seluruh mahasiswa baru UINSA Angkatan 2018-2019 pada hari Selasa tanggal 04 September 2018.

Namun, malam kamis ini tanggal 1 Juli 2020, kita semua dikagetkan bahwa Gus Zaki telah meninggal dunia melalui pesan berantai di media sosial. Pesan atas meninggalnya Gus Zaki sangat cepat di berbagai group watshapp tepat setelah sholat isya’ sehingga banyak pihak yang merasa kaget, bahkan merasakan kehilangan tokoh muda NU yang sangat komunikatif dan progresif melakukan konsolidasi mengawal nilai-nilai keislaman dan kebangsaan melalui jaringan pesantren-pesantren di Jawa Timur, yang tercatat masih sebagai Ketua PW RMI NU Jawa Timur.

Meninggalnya Gus Zaki adalah pengingat bagi kita semua untuk terus merenungi kehidupan bahwa jika kematian sudah datang, maka tidak seorangnya yang bisa menunda walau sejenak. Yang pasti, kita semua layak mendoakan semoga Gus Zaki senantiasa khusnul khatimah dan dimudahkan menapaki jalan berikutnya dengan ridha Allah SWT. Selebihnya, kita yang masih hidup layak belajar dari warisan prilaku yang ditorehkan Gus Zaki sepanjang hidupnya, terkhusus kaitannya dengan pengabdian untuk kemaslahatan umat.

Ketika membuka pengajian Kitab Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah¸ Gus Zaki sering mengingatkan agar kalangan yang hadir, khususnya mahasiswa, harus dekat dengan para ulama atau kiai. Pesan ini sangat tegas, dan dengan mengaji kitab ini ---tegas Gus Zaki—kitab semua dapat menyambungkan mata batin agar praktik beragama yang kita lakukan benar-benar memberikan makna bagi kehidupan dengan matarantai yang sambung dengan para masyayikh hingga Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Dengan begitu Gus Zaki terus menebarkan semangat ini dalam berbagai forum, setidaknya melalui forum-forum pesantren. Jabatan sebagai ketua RMI NU Jatim menjadi jariyah nyata Gus Zaki bagaimana melakukan proses konsolidasi mampu mendekatkan Kembali komunitas pesantren. Bahkan Gus Zaki melalui RMI mampu berkoneksi dengan berbagai pihak, termasuk pernah bekerjasama dengan Fakultas Sains dan Teknologi UINSA untuk mengembangkan sistem Kelola informasi pesantren dalam konteks industri 4.0 dan pengembangan fasilitas pesantren.

Begitulah, Gus Zaki yang penulis kenal. Sosok yang terbuka dengan semua kalangan. Komunitas pesantren yang membesarkannya telah menjadikan dirinya terus istiqamah melakukan konsolidasi pengabdian melalui roda pergerakan PW RMI NU Jatim. Maka, dari Gus Zaki layak kita belajar tentang pengabdian untuk kemaslahatan orang banyak, tentang keterbukaan berkomunikasi, dan tentang pentingnya memegang prinsip ideologis. “Selamat Jalan Gus”. Al-Fatihah.

Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang

12Sebagai ikhtiyar mencegah penyebaran virus corona, pengurus pusat ma’had al-Jamiah melakukan penyemprotan disinfektan di Masjid Raya Ulul Albab UIN Sunan Ampel Surabaya. Ikhtiyar ini penting agar kita tidak diam menerima keadaan, tanpa berusaha melakukan pencegahan sebagaimana dianjurkan oleh Islam agar terus menjaga keseimbangan hidup, yakni agar berikhtiyar dan tawakal kepada Allah SWT dengan perbanyak dzikir dan do’a.

Kegiatan ini didukung oleh relawan gabungan dari mahasiswa, bahkan sebagian dosen ikut terjun, dari Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, dan Fakultas Tarbiyah dan keguruan, yang dikomandani oleh Moch Irfan Hadi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Psikologi dan Kesehatan UINSA. Tidak ketinggalan pula, bagian umum UINSA ikut terjun di lapangan untuk memastikan bahwa kegiatan penyemprotan aman dan lancar.

Satu hal menarik, mengutip Esti Tyastirin dosen program studi Biologi UINSA, disinfektan yang digunakan adalah oplosan yang sangat sederhana, yakni 1 galon air dicampur dengan 600 ml Bayclin, mengingat Bayclin sendiri sifatnya disinfektan, yang bisa membersihkan bakteri salmonella, ecolit juga bisa dibersihkan. Tapi, kita fokus pada penyebaran atau pembersihan virus covid-19 (corona). Perlu diketahui juga, campuran 7,5 ml soklin lantai dan 15 liter air mineral sebenar bisa juga dipakai, tegas Tyastirin.

13Pusat Ma’had al-Jami’ah dalam hal ini Takmir Masjid UINSA mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya semua insan akademik, khususnya, dan para jamaah pada umumnya yang ikut berpartisipasi dalam memakmurkan masjid, terkhusus ikut membantu penyemprotan disinfektan dalam rangka ikhtiyar untuk kenyamanan jamaah dan pencegahan sejak dini virus corona, tegas H. Moch. Shodiq.

Aba Shodiq, panggilan akrab menambahkan bahwa sholat Jumat akan tetap dilaksanakan, meskipun dengan alokasi waktu yang harus dipercepat. Selebihnya takmir Masjid telah menyediakan Hand Sanitizer di beberapa area masjid sehingga bagi para jamaah agar tetap menggunakannya, sebagai langkah ikhtiyar dari penyebaran virus corona.

Disamping itu, Jamaah dan insan akademik kampus harap memaklumi beberapa anjuran yang telah dibuat, demi menjaga kesehatan dan terhindar dari penyebaran virus corona. Kita berharap seiring do’a, semoga Allah segera menyudahi bencana global ini, dan kita diberi kesabaran untuk berikhtiyar, tegas Shodiq.

Akhirnya, mari kita tetap ikhtiyar dan berdoa. Mari jaga masjid kita agar tetap bisa beribadah dengan tetap menjaga kenyamanan dan kesehatan, salah satunya dengan penyemprotan disinfektan. Dengan begitu, kita telah mengamalkan kesimbangan pengamalan agama dan sains. Semoga kita sehat semua. Kondisi segera pulih kembali. Amin…*shof

Halaman 1 dari 12

Hak Cipta © 2022 Pusat Ma'had Al-Jami'ah UIN Sunan Ampel Surabaya.