Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

WhatsApp Image 2018 11 05 at 09.00.03Pusma Newa [5/11/18] Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) merima tamu dari ‎Pusat Ma’had Al-Jami’ah IAIN Salatiga, Jawa Tengah. Kunjungan ini dalam rangka studi banding dan  Ngerso Kaweruh untuk saling belajar kaitan dengan pengelola Ma'had Kampus dan kegiatan akademik menjadi rutinitasnya, tegas Kiai Abdus Syukur, Msi selaku ketua rombongan dan kepala pusat Ma'had al-Jami'ah IAIN Salatiga.

Pukul 04.00 WIB rombongan tiba di ‎Kampus UINSA tepatnya Masjid Raya Ulul Albab dengan Peserta studi banding sekitar 50 orang yang terdiri Dari Kepala Pusat Ma'had Al-Jami'ah, Pengelola Ma'had, Pengasuh Ma'had Putra, Pengasuh Ma'had putri dan Mahasantri Senior. bersamaan dengan itu, rombongan dikumpulkan diteras lantai 2 Masjid Raya Ulul Albab; bertepatan dengan Kegiatan ‎Tahsin al-Qirah untuk mahasantri yang dilaksanakan setiap hari Senin ba’da shalat Shubuh.

‎ Pada kesempatan yang berbeda, ibu Wahidah Siregar selaku Wakil rektor 1 menjelaskan semua orang harus banyak jalan-jalan agar bisa belajar dengam yang lain. Studi Banding intinya adalah jalan-jalan plus belajar. Banyak pengalaman sukses yang dilakukan orang lain, sementara kita belum melakukan. Tidak ada alasan untuk mengatakan tidak punya uang untuk bisa maju. Upayakan gerak kreatif dan inovatif sehingga bisa berkembang dengan baik.

Pada kunjungan ini sesi materi disampaikan oleh Wasid – sekretaris Pusat Ma’had al-Jami’ah ‎yang menyampaikan tentang Manajemen dan Tatakelola Pusat Ma’had Al-Jami’ah UINSA. ‎Selanjutnya Wasid menamambahkan bahwa Ma’had diamanahi kampus untuk mengeluarkan 2 ‎sertifkat penunjang akademik yaitu sertifikat Ta’lim Ma’had (P2kkm, red) dan sertifikat Program ‎Peningkatan Kompetensi Baca Tulis Al-Qur’an dan Kompetensi Keagamaan Praktis (P2KBTA-‎KKP) yang mana sertifkat tersebut sebagai prasyarat untuk mengikuti Ujian Munaqosah ‎Skripsi.‎

Untuk Program Ta’lim Ma’had, ditambahkan oleh Abdul Wahab Naf'an selaku koordinator Akademik, kita fokus pada pembinaan Akhlak meskipun di dalam ‎pembelajaran kita menggunakan materi berbahasa Arab, karena untuk bahasa sendiri sudah ‎dilaksanan Intensif Bahasa yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Bahasa.

Untuk Program Peningkatan Kompetensi Baca Al-Qur’an dan Kegamaan Praktis kita berfokus ‎pad abaca Al-Qur’an sebagai komponen utama, Hafalan Surah Pendek, Hafalan Do’a Harian dan ‎Ibdah Praktis. Untuk hafalan surah pendek yaitu surah ad-dhuha sampai surah an-Nas namum ‎khusus Mahasiswa yang tinggal di Ma’had Surah An-Naba’ sampai surah An-Nas. Pungkas ‎Bahtiyar, Koordinator bidang Ma’had.‎

Pada sesi akhir yaitu sesi sharing tentang Ma’had al-Jami’ah di mana pada sesi ini antara ‎pengurus Ma’had IAIN Salatiga dan Ma’had UINSA  saling menceritakan pengalaman suka dan ‎suka dalam mengurus Ma’had serta mencari jalan tengah terkait beberapa pesoalan yang ada di ‎Ma’had.‎

Forum berakhir, pukul 11.30 sambil ceria ditutup saling bersalaman sebagai simbol perpisaan dan silaturrahim.

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

placement test

Rabu [5/9], Ma'had Al-Jami'ah mengadakan placement test kemampuan Baca Al-Qur’an untuk pengelompokan kelas pembinaan Tahsin Al-Qira’ah yang akan dilaksanakan setiap hari Senin pagi ba'da Shalat Shubuh oleh Muwajih-muwajjihan (prmbimbing, red). Placement test ini juga dilakukan oleh Muwajih-muwajjihah Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya.

"Placement Test ini dilakukan untuk menyaring kemampuan Baca Al-Quran Mahasantri, Mahasantri kita suruh baca 2 sampai dengan 3 ayat, dengan bacaan ini kita bisa menilai kenampuan Mahasantri dalam baca Al-Qur’an baik di kelancaran, kefasihan, serta mempraktikkan hukum2 bacaan tajwidnya." Jelas Khobir - salah satu Muwajjih bidang Al-Quran di Pusat Ma'had Al-Jamiah.

Acara yang dipandu oleh Muwajjih-muwajjihah ini diikuti dengan khidmat oleh Mahasantri, "Acara ini sangat menarik dan sangat membantu saya dalam meningkatkan baca quran saya khususnya bisa untuk murojaah hafalan Al-Qur’an saya". Pungkas Jajang - salah satu Mahasantri yang mengikuti test ini.

Dengan dilaksanakannya program tahsin ini pusat ma'had al-jami'ah berharap agar mahasantei yang keluar dari pusat ma'had al-Jami'ah ini memiliki kemampuan baca al-quran sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid.

Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang

rektor tarhibUntuk menjadi mahasiswa sukses setidaknya ada tiga elemen dasar yang harus diperhatikan oleh mahasiswa. Pertama, kuatkan nalar berpikir. Nabi Muhammaf SAw. sangat jelas mengajak umatnya agat senantiasa memfungsikan akal dengan sebaik-baiknya. Melalui ayat Iqra' kita tersadarkan bahwa membaca adalah aktivitas yang sangat penting. Pastinya Pembacaan yang dimaksud adalah pembacaan aktif, bukan pasif.  Pembacaan aktif akan menghasilkan ilmu pengetahuan dalam rangka menyelesaikan problem kemanusiaan.

Elemen kedua adalah nalar spiritual; sebuah nalar yang berhubungan dengan aktivitas membersihkan hati. Penguatan spiritualisme akan mampu menyingkap berbagai rahasia-rahasia ilmu pengetahuan, yang tidak bisa ditembus oleh nalar berfikir. Dan elemen ketiga adalah nalar etika. Yakinanlah, mahasiswa akan sulit mencapai kesuksesan, sekalipun nalar berpikir dan nalar spiritialnya baik, jika tidak memperjatikan nalar etik; sebuah nalar yang berujung pada terciptanya akhlakul karimah dalam pribadi mahasiswa.

Itulah salah-satu.pokok ungkapan yang disampaikan Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., MA, PhD, selaku rektor UIN Sunan Ampel Surabaya dalam rangka memberikan suport kepada mahasantri Ma'had al-Jami'ah UINSA dalam acara bertajuk pembukaan dan sosialisasi kegiatana mahasantri (sebutan mahasiswa yang tinggal di) Ma'had al-Jami'ah di Masjid Raya Ulul albab, 03 September 2018.

Perlu diketahui Ma'had al-Jami'ah merupakan salah satu bagian dari lembaga di UINSA yang menggawangi soal asrama mahasiswa sebagaimana Takmir Masjid yang semua kegiatan akademik berbasis Santri akan bermuara kepada implementasi dari gerak praksis Pusat Ma'had al-Jami'ah.

Karenanya, berharap dari ma'had akan lahir mahasiswa-mahasiswa  sempurna yang bermoraldan mampu memberikan warna bagi dirinya sendiri dan orang lain, khususnya mampu menebarkan virus-virus kebajikan di lingkungan kampus.

Jika demikian, Meminjam istilah KH. Drs. Mujib Adnan, M.Ag, selaku Kapus, maka apapun capaian sukses yang diimpikan mahasiswa pada endingnya terwujud gerak kebajikan yang menuju terciptanya amal shaleh agar senantiasa dekat dengan Allah Swt. Apa artinya sukses jabatan, kekayaan dan ilmu, jika akhirnya semakin menjauhkan lita kepada Allah.

Dengan diadakannya acara ini menjadi tanda bahwa kegiatan untuk mahasantri Ma'had al-Jami'ah  UINSA dimulai. Dan tepat pada hari selasa tanggal 04 September 2018 akan diadakan Pengajian pembuka Kitab Risalah Ahl-Sunnah wa Al-Jama'ah karya Hadlratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari, yang dibacakan oleh KH. ZAKI HADZIQ, salah satu cucu beliau.

Dalam acara ini sekaligus akan diadakan ijazah sanad kitab dan wirid khusus Kiai Hasyim Asy'ari. Dan bisa diikuti semua mahasiswa UINSA dan umum. Semoga kegiatan ini berkah dan berkahi pada kita semua, khususnya civitas akademik UIN Sunan Ampel. Amin.

 

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

21[Ma’had News] Senin, (30/07/2018) Kepemimpinan tidaklah abadi. Semua pasti akan ada akhirnya, sekaligus ada yang harus mengganti dan meneruskan estafet sebelumnya. Karenanya, menjaga kebersamaan menjadi sangat penting untuk keberlangsungannya.

Dalam konteks ini, maka serah terima jabatan sejatinya adalah momentum saling mengenal (ta'aruf). Bukan hanya mengenal sosok, Tapi sekaligus mengenal program. Artinya, yang lama memimpin mengenalkan sosok dan timnya plus melaporkan program yang telah dilakukan kepada pemimpin baru sehingga muncul transisi saling belajar.

Seiring dengan berubahnya kepemimpinan UINSA, maka Kapus Ma'had al-Jamiah juga mengalami perubahan. Nama Drs.H. Abd Mujib Adnan, M.Ag dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi ditunjuk sebagai penerus Kapus Ma'had al-Jami'ah, menggantikan Drs.H. Misbahul Munir, M.Ag.

Dalam banyak hal, perjalanan hidup selalu ada kesinambungan kaitan hak dan kewajiban. Sertijab kali ini -tegas ustad Misbahul Munir, ada upaya menjaga kesinambungan program-program yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan untuk kebaikan kampus, khususnya dalam menguatkan sisi membangun karakter (caracter building) mahasiswa di kampus UINSA.

Mengomentari sambutan Kapus Lama, ustad Abdul Mujib mengatakan; secara prinsip kami akan meneruskan titah baik yang telah dilakukan oleh pengurus sebelumnya. Prinsip yang akan kami ke depan di Ma'had al-Jami'ah adalah "menjaga hal lama yang baik, dan berusaha mewujudkan hal baru yang lebih baik".

Tentunya, harapan di atas tidak bisa kami lakukan sendiri, tegas Ustad Abd Mujib. Kerjasama semua pihak sangat penting, misalnya para koordinator, Muwajjih /ah, dan para muadzin. Kita jalin kerjasama dengan komunikasi yang terbuka, demi untuk kebaikan dalam mengabdi di Ma'had al-Jami'ah.

Sertijab ini dilakukan dengan sederhana di lantai 2 masjid Raya UIN Sunan Ampel, sambil lesehan dengan santai dan tetap serius. Semoga sertijab ini menjadi jalan kebaikan dalam merawat gerak komitmen Ma'had al-Jamiah untuk kebaikan UINSA.

Selamat Kepada Ustad Misbah Munir telah melakukan tugasnya dengan penuh kebaikan. Termasuk, kepada Ustad Haris Shofiyuddin, M.Fil.I, selaku koordinator Imarah Masjid, yang harus bergeser menjabat Kepala Labaratorium Fakultas Adab dan Humaniora. Kepada keduanya diucapkan terima kasih. Semoga terus dalam kesehatan dan bersama dalam kebaikan UINSA.

Akhirnya, sertijab ditutup dengan ramah tamah tepat pukul 10.24 sambil bersalam-salaman dalam rangka saling mengenal penuh keakraban dengan semua pengurus yang terlibat di Ma'had dan masjid Raya Ulil Albab.

22

Halaman 1 dari 8

Hak Cipta © 2019 Pusat Ma'had Al-Jami'ah UIN Sunan Ampel Surabaya.