Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang

12Sebagai ikhtiyar mencegah penyebaran virus corona, pengurus pusat ma’had al-Jamiah melakukan penyemprotan disinfektan di Masjid Raya Ulul Albab UIN Sunan Ampel Surabaya. Ikhtiyar ini penting agar kita tidak diam menerima keadaan, tanpa berusaha melakukan pencegahan sebagaimana dianjurkan oleh Islam agar terus menjaga keseimbangan hidup, yakni agar berikhtiyar dan tawakal kepada Allah SWT dengan perbanyak dzikir dan do’a.

Kegiatan ini didukung oleh relawan gabungan dari mahasiswa, bahkan sebagian dosen ikut terjun, dari Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Psikologi dan Kesehatan, dan Fakultas Tarbiyah dan keguruan, yang dikomandani oleh Moch Irfan Hadi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Psikologi dan Kesehatan UINSA. Tidak ketinggalan pula, bagian umum UINSA ikut terjun di lapangan untuk memastikan bahwa kegiatan penyemprotan aman dan lancar.

Satu hal menarik, mengutip Esti Tyastirin dosen program studi Biologi UINSA, disinfektan yang digunakan adalah oplosan yang sangat sederhana, yakni 1 galon air dicampur dengan 600 ml Bayclin, mengingat Bayclin sendiri sifatnya disinfektan, yang bisa membersihkan bakteri salmonella, ecolit juga bisa dibersihkan. Tapi, kita fokus pada penyebaran atau pembersihan virus covid-19 (corona). Perlu diketahui juga, campuran 7,5 ml soklin lantai dan 15 liter air mineral sebenar bisa juga dipakai, tegas Tyastirin.

13Pusat Ma’had al-Jami’ah dalam hal ini Takmir Masjid UINSA mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya semua insan akademik, khususnya, dan para jamaah pada umumnya yang ikut berpartisipasi dalam memakmurkan masjid, terkhusus ikut membantu penyemprotan disinfektan dalam rangka ikhtiyar untuk kenyamanan jamaah dan pencegahan sejak dini virus corona, tegas H. Moch. Shodiq.

Aba Shodiq, panggilan akrab menambahkan bahwa sholat Jumat akan tetap dilaksanakan, meskipun dengan alokasi waktu yang harus dipercepat. Selebihnya takmir Masjid telah menyediakan Hand Sanitizer di beberapa area masjid sehingga bagi para jamaah agar tetap menggunakannya, sebagai langkah ikhtiyar dari penyebaran virus corona.

Disamping itu, Jamaah dan insan akademik kampus harap memaklumi beberapa anjuran yang telah dibuat, demi menjaga kesehatan dan terhindar dari penyebaran virus corona. Kita berharap seiring do’a, semoga Allah segera menyudahi bencana global ini, dan kita diberi kesabaran untuk berikhtiyar, tegas Shodiq.

Akhirnya, mari kita tetap ikhtiyar dan berdoa. Mari jaga masjid kita agar tetap bisa beribadah dengan tetap menjaga kenyamanan dan kesehatan, salah satunya dengan penyemprotan disinfektan. Dengan begitu, kita telah mengamalkan kesimbangan pengamalan agama dan sains. Semoga kita sehat semua. Kondisi segera pulih kembali. Amin…*shof

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

b6370763 c5af 4189 b9e0 23bec09aef0bMenyambut kegiatan Pusat Ma'had Al-Jami'ah UIN Sunan Ampel Surabaya (Pusma UINSA, red) semester genap, pengurus pusat ma'had adakan Haflatul Istiqbal(10/2). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Utama Masjid Raya Ulul Albab UINSA setelah sholat isya' berjama'ah. Seluruh mahasantri terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut, hal ini dapat didengar dari syahdunya sholawat Sunan Ampel yang dibacakan serentak sebelum kegiatan berlangsung. Pukul 20.00 WIB, pembacaan istighotsah yang dipimpin oleh Abah Abdul Wahab Naf'an menjadi awal kegiatan Haflatul Istiqbal ini.

Kepala pusat Ma’had Al- Jami’ah UINSA mengibaratkan agenda malam ini sebagai Fawatihus Suwar dalam Al- Qur’an, yakni sebagai daya tarik, jika dikaji lebih dalam, maka fawatihus suwar tersebut memberi peringatan kepada kita.

“Layaknya kita tidur, lalu dibangunkan oleh Allah S.W.T, Fawatihus Suwar ini mengundang perhatian kita.” Jelas K.H. Abd. Mujid Adnan, Kepala pusat Ma’had Al- Jami’ah.

Dari ungkapan tersebut, Kyai Mujib berharap Haflah ini dapat menggugah semangat Mahasantri di semester ini. Beliau ini yakin, satu tahun ini cukup untuk memberikan mahasantri  pelatihan dan pembiasaan qiroatul qur’an, serta membaca sholwat al mahbubat seperti tahlil, istighatsah, dan lain sebagainya.

Pembiasaan tersebut bisa dimulai dengan memberi kesempatan mahasantri untuk menjadi imam sholat dan khutbah. Bahkan nantinya ketika akhir kegiatan ma’had atau pelepasan mahasantri, yang memimpin istighatsah dari mahasantri sendiri, nukan kalangan masyaikh.

“Saya yakin ketika  alumni ma'had Al- Jami’ah pindah ke tempat lain, mereka bisa mewarnai tempat yang akan ditempati”, harap Kepala pusat Ma’had Al- Jami’ah. [dfa]

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

WhatsApp Image 2019 12 07 at 13.45.58

 

Semangat untuk belajar tidak boleh luntur, termasuk dalam mengembangkan sebuah lembaga. Semakin banyak belajar dari lembaga lain, setidaknya ada semangat dan spirit baru bagaimana agar lembaga itu maju, sekaligus bagaimana trik-trik menciptakan problem solving dalam setiap proses kegiatan setiap hari, khususnya di ma’had kampus.

Inilah yang menjadi semangat dua tamu dari IAIN Kendari Sulawesi Selatan dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung silturrahim ke Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya dengan waktu yang berbeda dalam rangka studi banding. IAIN Kendari  berkunjung pada hari selasa, 3 Desember 2019 dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung datang pada hari Sabtu, 7 Desember 2019.

WhatsApp Image 2019 12 07 at 13.45.20Pada kesempatan awal ini bertemu dengan IAIN Kendari, Drs. H. Abd Mujib Adnan, M.Ag mengatakan terima kasih atas pilihannya menjadi Ma’had UINSA tujuan studi banding. Pastinya ada kelebihan, tapi kami diinternal juga harus banyak belajar dari tamu, yakni IAIN Kendari. Karenanya, menurut saya sejatinya studi banding adalah momentum saling belajar bukan meng-unggul-ungulkan satu dengan yang lain.

Sementara, rombongan dari IAIN Kendari yang berjumlah 2 orang dipimpin oleh Dr. H. M. Hasdin Has, M.Ag juga mengucapkan terima kasih atas kesediaannya menerima untuk studi banding di Ma’had UINSA. Saya dan rombongan datang untuk belajar sebab ma’had yang kami rintis adalah baru sehingga harus banyak adaptasi dan belajar kepada yang lain, termasuk kepada Ma’had UINSA dalam mengelola Ma’had; mulai dari struktur akademik hingga pembinaan lainnya.  

Di samping yang berbeda, rombongan studi banding yang kedua, yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung dipimpin oleh Drs. H. Abdul HAdi, M.Ag. Sengaja kami dan rombongan berjumlah 16 orang datang untuk belajar dan ingin melakukan perubahan di ma’had dengan belajar ke UINSA. Setiap lembaga memiliki kelebihan dan kekurangan sesuai dengan kebutuhan yang ada di lingkungan kampus masing-masing.

Menyikapi pernyataan rombongan dari UIN Sunan Gunung Djati, Drs. H. Abd Mujib sebaliknya mengatakan bahwa sebagus-bagusnya program yang ada dima’had UINSA, dipastikan ada kelemahannya. Maka kedatangan UIN Sunan Gunung Djati, bukan saja sebagai sarana silaturrahim yang memang dianjurkan oleh Nabi Muhammad Saw. Tapi sekaligus media untuk saling tukar pengetahuan dan pengalaman.

Akhirnya, semua sepakat bahwa pesantren kampus (ma’had al-Jami’ah) adalah kebutuhan yang sangat urgen bagi kampus, setidaknya dalaWhatsApp Image 2019 12 07 at 13.00.47m rangka mengawal proses pembinaan nilai-nilai praksis keagamaan sebab memang kampus Islam, sekaligus dalam rangka menguatkan pendidikan akhlakul karimah agar kampus ini benar-benar melahirkan alumni, yang kuat secara akademik, sekaligus matang dalam moralitas atau akhlakul karimah.

Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang

WhatsApp Image 2019 10 22 at 17.59.50

Hari ini tanggal 22 Oktober 2019, semua merayakan puncak Hari Santri Nasional 2019 dengan melakukan upacara sebagaimana terjadi di pesantren-pesantren, pendidikan formal hingga kampus se-antaro Nusantara. Dalam konteks ini pula, Santri UIN Sunan Ampel Surabaya juga tidak mau ketinggalan ikut mengadakan upacara Hari Santri Nasional yang dikuti oleh semua lapisan, mulai dari pimpinan, dosen, karyawan hingga mahasiswa.

Menarik pada upacara Hari Santri Nasional tahun ini sebab berdasarkan surat edaran sebelumnya, semua Santri UINSA yang mengikuti upacara, khususnya peserta putra diharuskan menggunakan baju koko putih, kopyah hitam dan sarung. Sementara yang perempuan menggunakan rok hitam, atasan putih, dan kerudung putih. Inspektur upacara Hari Santri Nasional bersama santri UINSA adalah Prof. Dr. H. Masdar Hilmy, MA, selaku rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

Pada kesempatan ini, Masdar Hilmy menyampaikan banyak hal dalam sambutannya, khususnya bagaimana keharusan santri pesantren untuk terus istiqamah menebarkan dan konsisten menciptakan perdamaian dunia. Pasalnya, pesantren sejatinya 

WhatsApp Image 2019 10 22 at 17.59.27 1

adalah laboratorium perdamaian, yang menjadi tempat persemaian ajaran Islam Rahmatanlil’alamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama.

Di samping itu, Masdar Hilmy menambahkan, Hari Santri Nasional kali ini terasa istimewa bersamaan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang pesantren. Nilai penting dari Undang-undang pesantren meniscayakan bahwa pesantren bukan saja berfungsi pendidikan, tapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan pengabdian masyakat. Karenanya, negara wajib hadir untuk memberikan rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi kepada pesantren dengan tetap menjaga kekhasan dan kemandiriannya.

Upacara ditutup dengan doa pemungkas, yang disampaikan oleh Drs. Abdul Mujib Adnan, M.Ag, Kepala Pusat Ma’had al-Jami’ah UINSA. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba dalam rangka Hari Santri Nasional 2019, yakni lomba membaca kitab kuning; pemenang I adalah Ro’uuf Noor Su’udin dari Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, pemenang II Zikry Aulia Husra dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan  pemenang III adalah Roghibah Jawad Paradisi dari Fakultas Adab dan Humaniora.

Sementara pemenang lomba tahfizd al-Qur’an juz 30 dengan menggunakan lagu masyhur timur tengah adalah pemenang I Putri Nabilah dari Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, pemenang II adalah Ichwan Aziz dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan, dan pemenang III adalah Alfin Pratama dari Fakultas Syariah dan Hukum. Setelah itu upacara usai dengan diisi ramah tamah antar Santri UINSA. Semoga hari santri kali ini menjadi berkah bagi kita semua, terlebih bagi kampus UINSA, bangsa dan negara agar tetap damai dan berkahi. amin.(ibn) 

WhatsApp Image 2019 10 22 at 17.55.39

Halaman 1 dari 11

Hak Cipta © 2020 Pusat Ma'had Al-Jami'ah UIN Sunan Ampel Surabaya.