Penilaian: 1 / 5

Aktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

adha19

Sebagaimana perayaan Idul Adha di masjid atau di lapangan lain, Masjid Raya Ulul Albab UINSA ikut serta mensyiarkan perayaan ini dengan seksama; mulai takbiran di malam hari, sholat Idul Adha hingga penyembelihan hewan kurban.

Adapun khotib yang didapuk mengisi khutbah Idul Adha adalah  Dr. H. Masruhan, M.Ag selaku dekan Fakultas Syariah dan Hukum, sementara imamnya adalah Ustad Imron Hamid, SH.I, alumni UIN Sunan Ampel. Kita sebagai Muslim memiliki peran besar untuk meniru keteladan Nabi Ibrahim As. dan Nabi Ismail As.

Setelah sholat Idul Adha usai, masjid Raya Ulul Albab mengadakan penyembelihan hewan kurban. Yang tahun ini mendapat 2 sapi dan 4 kambing. Ustad Dr. Shodiq selaku koordinator Imarah masjid mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya para pemberi hewan kurban. Ini adalah momentum kebersamaan, sekaligus menggugahkan kepedulian kita terhadap sesama  masyarakat Muslim.

masruhanBeberapa nama yang telah berkurban melalui masjid Raya Ulul adalah Drs. H. Abd. Mujib Adnan, M. Ag,Yusril Fikri Amrullah bin Drs.Taufik Subty, M. Pd.I, Lailiatul Lukmana, S. Ag, M.HI, Dr. Hj. Wahidah Siregar, MA, Prof. Dr. Masdar Hilmy, S. Ag, MA, Ph.D, Bidayatussa'adah Binti Prof. Dr. H. Akhwan Mukarrom, MA, Nova Ilham Saputra Bin Prof. Dr. H. Akhwan Mukarrom, MA, Prof. Dr. H. Abu Azam Al-Hadi, M Ag., Alm. Acep Mahfudz (Pak Ade Taufik), Isyaq Maulidan Bin Ali Mas'ud Kholqillah, Hj. Umi Sholichah Binti Maelan, Dr. H. M.Shodiq, S.Ag, M.Si, H. M.Ghufron, Lc, MHI., Dr. Nur Lailalul Musyafaah, Dr. H. Abd. Halim, M. Ag , Muhammad Sultan Aminullah Alim bin Rosyad? An. CV sarana indah persada dan An. CV Tri mitra Perkasa.

Setelah itu, daging didistribusikan kepada yang berhak, sekitar pukul 14.00 hingga usai. Sekali lagi kepada semua pihak yang ikut serta mensukseskan perayaan Idul Adhab di Masjid Kampus ini diucapkan terima kasih, tegas Bapak Sodiq sekaligus mewakili pengurus Pusat Ma'had al-Jami'ah UINSA.(fan)

Penilaian: 3 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

hari pertama masuk sekolah

Hari ini, senin tanggal 15 Juli 2019, anak kita memulai masuk ajaran baru; baik tingkat SD/MI, SMP/MTS dan SMA/SMK/Aliyah. Semoga proses awal ini lancar dan berkah menjadi pintu masuk sukses dihari-hari berikutnya serta berkah dunia akhirat.

Untuk itu, siapapun yang berposisi sebagai orang tua harus memiliki tekad besar dan kesabaran mengawal proses pendidikan anak sebab anak adalah amanah yang kelak akan dipertanggung-
jawabkan sebagaimana anak juga mempertanggung-jawabkan perbuatannya.

Imam Baihaqi meriwayatkan:
أن ابْنَ عُمَرَ قال لِرَجُلٍ: ” أَدِّب ابْنكَ، فَإِنَّكَ مَسْئُولٌ عَنْ وَلَدِكَ، مَاذَا أَدَّبْتَهُ؟ وَمَاذَا عَلَّمْتَهُ، وَإِنَّهُ مَسْئُولٌ عَنْ بِرِّكَ وَطَوَاعِيَتِهِ لَكَ “.

"Sesungguhnya ibn Umar berkata pada seorang laki-laki: didiklah anakmu tentang tatakrama. Pasalnya, kelak kamu akan ditanyakan masalah anakmu, tatakrama apa yang kamu contohkan dan kamu ajarkan apa saja.  Anak akan ditanyakan juga kaitan  sikap baik dan buruknya yang dilakukan kepadamu."

Oleh karenanya, perlu dicamkan bahwa baik atau buruk prilaku anak adalah wajah dari prilaku orang tua.  Ketika anak itu berhasil, maka tanyakan dulu bagaimana resep atau tirakat orang tua mengantarkannya sebab anak butuh bantuan untuk diarahkan, sekaligus dibimbing. Sebaliknya anak nakal tidaklah berdiri sendiri, tapi ada faktor sejauh mana peran orang tuanya.

Sekolah elite atau tidak, menurut penulis sama saja. Pasalnya, strategi apapun yang dilakukan sekolah dengan beragam model pembelajaran, terkini, bila tidak didukung oleh orang tua, tetap saja anak akan terseok-seok menapaki proses penggapaian ilmu dan penumbuhan tatakrama. Karenanya, pasrahkan anak kepada para Guru, tapi ingat jangan sampai lupa mengawal dan memberikan keteladanan di rumah. Bisa dilihat, bagaimana sukses para kiai atau para leluhur kita mengantarkan sukses anak atau murid-muridnya.

Bukankah nabi pernah mengingatkan sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Ali ibn Abi Thalib: 
رحم اللهُ والدَيْنِ أعَانا ولدَهُمَا على برِّهما.

"Allah akan memberikan rahmatNya kepada kedua orang tua, yang membantu anaknya untuk bisa berbuat bagi kepadanya."

Dari sini dipahami bahwa mengawal proses anak agar baik adalah jalan rumah yang kita tempati akan penuh kasih sayangNya sehingga menjadi "rumahku, surgaku". Dan nuansa rumah penuh rahmatNya akan menjadi damai dan nikmat sebagai penyejuk raga dan jiwa.

Akhirnya, tekad mengawal pendidikan anak adalah aktivitas luhur yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh agar generasi masa depan tidak saja pandai, tapi juga berkarakter baik. Alih-alih anak agar tidak terpapar prilaku amoral, misalnya soal narkoba atau radikalisme.

Selebihnya, mari terus tirakat dan doa untuk anak-anak kita biar energi posotif dariNya terus mengalir menjadi lentera dan berkah bagi keberhasilan mereka.
اللهم بارِكْ لنا في أولادِنا، واحفظْهُم ووفِّقْهم لطاعتِك، وارزُقْنا برَّهُم

"Ya Allah berkahi anak-anak kita. Jagalah dan berilah taufiq kepada mereka untuk senantiasa taat kepadaMu, serta berilah rizqi kepada kita, anak-anak yang baik.

Semoga berkah dan manfaat sebagai pengingat bagi kita semua, khususnya penulis.
.......
Oleh: Wasid Mansyur (Sekretaris Pusat Ma'had Al-Jami'ah dan Dosen Fahum UINSA Surabaya). Shared, Semarang, 15 Juli 2019
Sumber Gambar: rumahhufazh

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

lomba

Pusma News, [01/07/19] Sang Juara, titel itu layak disematkan pada Mahasantri Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya. kali ini mahasantri Ma’had al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya membawa 2 trofi dalam ajang Rihlah Imiah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia 2019 yang diselenggarakan di IAIN Tulungagung pada 28 Juni sampai 1 Juli 2019.

Zam – sapaan Muhammad Hasan Zamzami dan rekannya Muna – sapaan Muna Karimatul Mardliyah mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora semester II. Zam sendiri merupakan mahasiswa program studi Ilmu Alquran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat yang juga masih semester II.

Keduanya menjadi delegasi Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya untuk mengikuti Rihlah Ilmiah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia 2019 cabang Musabaqah Hifdzil Quran dan Musabaqah Pidato Bahasa Arab.

Perolehan juara dalam Musabaqah Hifdzil Qur’an: Juara 1 diraih oleh Muhammad Hasan Zamzami (UIN Sunan Ampel Surabaya), 2. Naili Husa (IAIN Tulungagung), 3. Muh. Kamrullah (UIN Alauddin Makasar). Sedangkan untuk Musabaqah Pidato Bahasa Arab: Juara 1 diraih oleh Maratun Nailur Rifa’ah (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), 2. Muna Karimatul Mardliyah (UIN Sunan Ampel Surabaya), 3. Lia Nikmatul Maula (IAIN Tulungagung).

Pulang dengan membawa predikat Juara 1 dalam Musabaqah Hifdzil Qur’an dan Juara 2 Musabaqah Pidato Bahasa Arab merupakan juara yang perdana dan delegasi perdana dalam mengikuti Rihlah Ilmiah Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia yang diikuti oleh Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya.

Khobirul Amru – Pembimbing Tahfid di Ma’had UINSA sangat optimis kalau Mahasiswa yang berkacamata ini nantinya akan memperoleh Juara 1 karena sebelum-sebelumnya Zam telah meraih beberapa kejuaraan diantaranya: Juara 1 MHQ 20 Juz Tingkat RRI Jatim. 2019, Juara 3 MHQ 30 Juz Tingkat Jatim (UPTQ UINSA) 2019, juara 1 MHQ 20 Juz tingkat Kab. Nganjuk 2018, juara 1 MHQ 20 Juz tingkat Prov. Papua Barat 2018, Juara 1 MHQ 10 Juz Tingkat PTKIN Se-Indonesia tahun 2019.

Lain halnya dengan Muna, gadis cantik ini mengaku hanya memiliki waktu 3 hari dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti Musabaqah Pidato Bahasa Arab ini. “Saya latihan untuk mengikuti lomba ini memiliki waktu hanya 3 hari karena infonya juga baru tahu, Alhamdulillah berkat dukungan dan doa-doa nya para ustadz-ustadzah saya memperoleh juara 2.” Ungkapnya Gadis cantik ini ketika di dalam mobil saat perjalan pulang ke Surabaya.

Selain meraih kejuaraan ini gadis cantik ini juga pernah menperoleh kejuaraan-kejuaraan sebelumnya, diantaranya: Pernah meraih Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab DPW IV (Orgnisasi Perhimpunan Mahasiswa Bahasa Arab) Jawa Timur, selain itu pernah meraih tiga besar Lomba Pidato Bahasa Arab se-kabupaten dan kota Mojokerto.

Ma’had Al-Jami’ah UINSA tidak menekan mengharuskan memperoleh juara, kami hanya ingin melatih Mahasantri supaya bisa lebih percaya diri.

“Kita tidak mengharuskan kita harus memperoleh Juara, kami hanya pingin menggali bakat teman-teman dan menambah pengalaman santri, dan kalau memperoleh juara ya Alhamdulillah itu namanya Rezeki.” Tegas Bahtiyar – Koordinator Bidang Ma’had.

Atas prestasi yang diproleh tersebut Zam dan Muna berhak memperoleh trofi, sertifikat kejuaraan dan uang pembinaan. Akan tetapi terlepas dari hal tersebut yang terpenting adalah mengalaman yang diperoleh dalam mengikuti event tersebut. [ibn]

Penilaian: 1 / 5

Aktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

WhatsApp Image 2019 06 10 at 10.12.45 PM

Satu hal dari kreasi agung yang diwariskan oleh para ulama Nusantara adalah menjadikan Halal bihalal sebagai sarana kumpul dan silaturrahim antar sesama. Mengapa menjadi kreasi agung?

Pertama, Halal bihalal baik secara istilah maupun praktik tidak ditemukan di negeri Arab sebagai negara asal usul Islam. Istilah Halal bihalal sulit ditemukan padanan kata dalam bahasa Arab sehingga terkesan aneh. Tapi, secara makna masyarakat Indonesia atau Nusantara cukup paham maknanya. Maka tak perlu sering ribut luarnya, melupakan maknanya.

Kedua, Halal bihalal adalah strategi dakwah kultural untuk melepaskan dosa-dosa sosial antar sesama agar segera muncul sikap sikap saling memaafkan. Dan menurut riwayat, Halal bihalal berkaitan dengan saran Kiai Wahab Habullah, ketika diminta pendapat oleh Bung Karno agar membuat acara yang mendatangkan banyak orang dari lintas ideologi dan keyakinan.

Singkat cerita, dipilihlah model Halal bihalal yang berkembang sampai saat ini. Menariknya, dalam perkembangannya tradisi ini terus dilaksanakan, bahkan tidak sedikit melibatkan hadirin dari kalangan non-Muslim.

Itulah salah satu dari pesan dalam Halal bihalal di Sport Center UIN Sunan Ampel Surabaya, yang disampaikan oleh KH. Muhammad Zaim Ahmad Ma'shum, Pengasuh Pesantren Kauman Lasem Jawa Tengah. Forum kali ini sebagaimana tahun sebelumnya adalah forum penuh makna dan berkah sebab dihadiri oleh semua keluarga besar UINSA dan masyarakat.

Paparan Kiai Zaim mengingatkan kita dalam berdakwah agar memperhatikan kearifan lokal. Pasalnya, di Indonesia ada beberapa agama, misalnya Hindu, kristen, dan Islam. Karenanya, jadilah hindu yang Indonesia bukan India.  Jadilah kristen Indonesia bukan Eropa atau Jadilah Muslim Indonesia, bukan Arab. Dengan begitu, semua harus melihat lokalitas sebagai acuan sehingga dalam kehidupan ada semangat toleransi.

Dengan memperhatikan nilai-nilai lokal, maka dakwah Islam akan berjalan dengan baik. Tanpa, ada tantangan atau perlawanan serius dari masyarakat. Sebaliknya, mereka yang cuek, akan selalu menempatkan tradisi lokal dan islam secara berhadap-hadapan. Jika demikian, jangan berharap dakwah itu sukses. Tapi siaplah mendapat perlawanan dari yang lain.

WhatsApp Image 2019 06 10 at 10.13.00 PMKiai Azaim meyakinkan hadirin agar tetap menjaga NKRI, sekalipun dalam keragaman suku, agama dan ras. Sekali lagi, Halal bihalal adalah contoh terbaik dari strategi dakwah Nusantara, sekalipun masih banyak contoh lainnya. Ia bukan saja rutinitas tahun, tapi telah menjadi potret kegiatan sosial kemanusian yang melibatkan beragam peserta.

Karenanya, rawat warisan terbaik cara dakwah ini agar ke depan Islam berkembang dengan penuh rahmat dan tradisi lokal tetap terjaga dengan baik sebagai identitas kultural kebangsaan kita. (*)

 

Sumber gambar: Group WA UINSA

Halaman 1 dari 10

Hak Cipta © 2019 Pusat Ma'had Al-Jami'ah UIN Sunan Ampel Surabaya.